Seminar PBL Mahasiswa FKM Untika Kec. Nuhon

Materi Orasi Ilmiah Pada Seminar PBL Mahasiswa FKM Untika Kec. Nuhon Orasi Imiah Nuhon 2013

KUALITAS KEHIDUPAN MANUSIA DITENTUKAN OLEH KESEHATANNYA KETIKA BERADA DALAM KANDUNGAN

Sumbangan Pemikiran

Di Hari Kesehatan Nasional Ke – 48

Ramli A. Bidullah

(Dosen Promosi Kesehatan FKM Untika Luwuk & Mahasiswa Pascasarjana Universitas Hasanuddin)

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…..

Indonesia Cinta Sehat “Ibu Selamat Anak Sehat”

Kesehatan Bukanlah Segalanya, Tapi Tanpa Kesehatan Segalanya Tidak Akan Berarti” Itulah Pepatah dalam dunia kesehatan yang sering kita dengar, kita lihat bahkan telah kita terapkan dalam keseharian kita. Namun sering kita melupakan pentingnya kesehatan sehingga kita kehilangan segalanya.

Tidak dapat dipungkiri bahwa telah banyak upaya dan kerja keras yang dilakukan semua pihak untuk mengatasi masalah kesehatan di Indonesia pada umumnya dan di Kabupaten Banggai  dan Banggai Kepulauan pada khususnya, baik upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif, namun tidak dapat dinafikan bahwa hasil dari upaya yang dilakukan masih jauh dari harapan kita semua.

Salah satu masalah kesehatan yang menjadi indikator keberhasilan suatu Negara yaitu Kesehatan Ibu dan Anak seperti tercantum dalam Goal 4 dan Goal 5 Millenium Development Goals (MDGs). Sesuai dengan Tema Hari kesehatan Nasional (HKN) Ke – 48 yaitu Indonesia Cinta Sehat “Ibu Selamat Anak Sehat”, hal ini menunjukan Baca Selengkapnya

NIAT ITUPUN MASIH TERTUNDA MENJADI IMPIAN DAN HARAPAN

Sebuah Catatan dan DOA Untuk Kedua Orang Tuaku

Di Hari IDUL ADHA 1433 H

 

Tulisan ini merupakan catatan hidup sekaligus Doa saya untuk Kedua Orang Tuaku serta tulisan ulangan (edisi revisi) yang pernah saya tulis pada Hari Raya Idul Adha 1432 H Tahun lalu judulnya “IMPIAN YANG TERTUNDA”. Sebuah catatan yang selalu mengingatkan akan niat besar kedua orang tua saya untuk menunaikan IBADAH HAJI ke Tanah Suci Mekkah. Tulisan ini siapapun yang membacanya semoga memberikan inspirasi mental untuk selalu menyayangi, menghargai dan menghormati serta membahagiakan Kedua Orang Tua Kita.

Hari ini Takbiran berkumandang disegala penjuru Nusantara, mengumandangkan memuji Kebesaran ALLAH SWT, hari inipun aku mengungkapkan segenap Hati dan pikiriranku yang sesekali disertai tetesan air mata yang mengalir membasahi pipiku. Ungkapan rasa rindu yang tak terbendung kepada kedua orang tuaku yang jauh saat ini tapi aku bersyukur masih dapat mendengar suara merdu mereka melalui telefon.

Dua hari sebelum Hari Raya HP saya berdering setelah saya melihatnya ternyata mama saya menelfon, saya langsung mengangkatnya setelah salam pertanyaan yang keluar dari suara mama saya adalah “…ambi sudah dimana?…” saya menjawab “…saya masih di Makassar ma..” tanpa terasa air mata saya menetes, saya berfikir mungkin mama saya berfikir saya akan pulang mungkin saya sudah di luwuk, dan saya juga berfikir mengapa saya tidak memberikan kabar kepada mereka kalau saya tidak bisa merayakan Idul Adha bersama mereka, ternyata mereka mengharapkan saya bisa pulang mereka merindukan anak mereka. Setelah saya menjelaskan alasan saya tidak bisa pulang mama saya berkata “…iye tidak apa-apa yang penting kita semua masih sehat-sehat dimanapun merayakan Idul Adha…”.

Setiap datangnya Hari Raya Idul Adha atau biasa disebut Hari Raya Haji karena dilaksanakan bersamaan dengan Wukufnya jamaah haji di padang Arafah, juga disebut dengan Hari Raya Kurban karena memperingati sebuah peristiwa besar pengorbanan keluarga Nabi Ibrahim AS yang mendapatkan Petunjuk dari ALLAH SWT untuk menyembelih Anaknya ISMAIL AS. Tidak berbeda jauh dengan pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri, Takbirpun dikumandangkan pada perayaan Idul Adha. Mendengar suara Takbir dikumandangkan terbayang jelas wajah Papa dan Mamaku, orang yang aku sayangi terbayang wajah mereka tersenyum, terbayang wajah mereka tertawa, terbayang wajah mereka ketika memeluk orang yang mereka sayangi dengan penuh keikhlasan.

Mendengar suara Takbir teringat ekspresi mamaku ketika mendengar Takbir, ada sesuatu yang sungguh luar biasa dan sangat aku kagumi dari sosok mamaku yakni setiap kali mendengar Takbir dikumandangkan mamaku selau meneteskan air mata. Melihat sikap mamaku seperti itu aku berfikir mungkin inilah yang disebutkan dalam Al-Quran yang artinya kurang lebih seperti ini “Salah satu tanda-tanda orang beriman yakni ketika disebut nama ALLAH bergetarlah hati mereka” dan aku yakin kedua orang tuaku Insya Allah termasuk golongan orang-orang yang dimaksud dalam Al-Quran tersebut dan Insya Allah kami semua termasuk dalam golongan orang-orang dimaksud. Amin…Amin…Amin… Ya Rabbilalamin………

Setiap musim Ibadah Haji kita selalu mendengarkan kalimat “Labbaikallahummalabbaik…” dan setiap kali aku mendengar kalimat itu air mataku menetes membasahi kedua pipiku mengingat papa dan mamaku yang telah lama punya keinginan untuk menunaikan panggilan Allah SWT ke Tanah Suci untuk menyempurnakan Rukun Islam mereka, terlebih ibuku, namun sampai saat ini keinginan mereka belum tercapai, yang lebih membuat aku selalu meneteskan air mata ketika musim haji tiba adalah mengingat peristiwa pada waktu aku kuliah S1, Papa dan mamaku mengikuti arisan haji. Belum cukup uang yang mereka kumpulkan saya diperhadapkan dengan kesulitan biaya kuliah pada waktu itu saya di semester III. Tidak ada cara lain yang ditempuh akhirnya Papa dan mamaku memutuskan mengambil tabungan mereka untuk biaya kuliah saya, peristiwa itu selalu ada dalam pikiranku. Betapa besarnya pengorbanan mereka demi anak mereka merelakan keinginan mereka.

Saat ini saya tidak bisa merayakan Idul Adha bersama mereka untuk yang kesekian kalinya, rasa sedih ada dalam hatiku tapi aku yakin inilah jalan Allah yang diberikan kepadaku. Saya hanya bisa berdoa agar mereka diberikan KESEHATAN, KESELAMATAN dan UMUR PANJANG serta KECERIAAN, KEGEMBIRAAN. Oleh karena itu, dihari ini aku berdoa kepada ALLAH untuk kedua orang tuaku tercinta:

“Ya Allah meskipun aku tidak bersama dengan mereka pada Idul Adha kali ini namun aku memohon kepada-Mu Ya Allah… Berikan KESEHATAN, KESELAMATAN dan UMUR PANJANG serta KECERIAAN, KEGEMBIRAAN kepada mereka, berikanlah kemurahan REZKI-MU kepada mereka dan kepada kami anak-anaknya yang selalu menyayangi mereka agar dapat menunaikan keinginan kedua Orang Tua kami untuk menyempurnakan Rukun Islam mereka dengan menunaikan Ibadah Haji ke Baitullah….

Ya Allah… Ya Rahman… Ya Rahim…

Nilailah pengorbanan kedua orang tua kami selama ini seperti Engkau menilai pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan Anaknya Ismail AS…..

Ya Allah… Bisikan kata hatiku ini kepada hati dan pikiran papa dan mamaku :

“Papa..Mama.. meski aku tidak bersama papa dan mama pada Idul Adha kali ini namun aku yakin dalam setiap sujud, dalam setiap doa, dalam setiap hembusan nafas papa mama selalu ada doa terselip untuk anak-anakmu. Akupun berdoa dan berusaha berbuat yang terbaik agar dapat menunaikan keinginan papa mama untuk menyempurnakan Rukun Islam Papa Mama.

Ya Allah… Qabulkanlah permohonanku ini agar aku bisa melakukan yang terbaik untuk papa mama agar aku menjadi anak yang Sholeh…. Amin… Amin… Amin… Ya Rabbilalamin…

DAN IMPIAN ITUPUN MASIH TERTUNDA…

Papa Mama jangan bersedih… Insya Allah keinginan Papa Mama akan terwujud… sekarang ini keinginan Papa dan Mama Hanya TERTUNDA….

HANYA SATU PINTAKU YA ALLAH… QABULKANLAH NIAT KEDUA ORANG TUAKU DENGAN MEMBERIKAN KEMUDAHAN MENCARI REZEKI YANG HALAL…. AMIIIIN

Terima Kasih PAPA MAMA DOA KALIAN SELALU MENYERTAIKU…..

(RAMLI A. BIDULLAH).

Jadwal Kuliah FKM Untika Luwuk T.A 2012/2013

JADWAL PERKULIAHAN FKM UNTIKA LUWUK SEMESTER GANJIL 2012/2013

HARI INI TANGGAL 25, BULAN 5, USIAKU 25 TAHUN

Assalamualaikum warahmatullahi Wabarakatuh….

Hari ini tepatnya tanggal 25 mei 2012 Allah SWT memberikan kesempatan bertambah satu tahun lagi usia saya menjadi 25 tahun setelah 24 tahun saya melewati kehidupan di dunia ini. Sepanjang 24 tahun saya menjalani fase kehidupan sebagai hambah dan sebagai khalifah, sesungguhnya saya menyadari waktu 24 tahun bukanlah waktu yang singkat dalam menjalani setiap jengkal kehidupan. Sungguh banyak kejadian, tidak sedikit peristiwa yang tercatat dalam memori saya yang akan menjadi catatan sejarah perjalanan hidup saya. Oleh karena itu di usia saya yang ke-25 ini saya sedikit menceritakan proses perjalanan hidup saya yang masih sempat teringat di ingatan saya, mudah – mudahan hanya sedikit kekeliruan atau keterlupaan sejarah kehidupan pribadi saya. Tujuan saya menulis cerita kehidupan saya (history of my life) agar saya tidak menjadi seorang insan, seorang hambah, seorang khalifah yang lupa terhadap Baca Selengkapnya

SEBUAH CATATAN SINGKAT HASIL RANGKUMAN MATERI PADA DEKLARASI DAN TALKSHOW IKATAN SARJANA GIZI (ISAGI) UNIVERSITAS HASANUDDIN

Hotel Grand Clarion Makassar, 10 Desember 2011

Oleh :

 Ramli A. Bidullah

(Dosen Promosi Kesehatan FKM Untika Luwuk & Mahasiswa Pascasarjana Universitas Hasanuddin)

Mungkin pembaca akan sedikit bertanya-tanya, mengapa orang promosi kesehatan bicara tentang gizi?? Saya berprinsip bahwa masalah kesehatan harus diselesaikan dengan kerjasama antar program atau lintas sektor, masalah gizi bukan hanya masalah orang gizi saja. Dan sebagian kecil tugas orang promosi kesehatan adalah menyampaikan informasi-informasi yang terkait dengan penanggulangan masalah kesehatan yang kita hadapi saat ini.

Dewasa ini di Indonesia terdapat beberapa masalah kesehatan penduduk yang masih perlu mendapat perhatian secara sungguh-sungguh dari semua pihak antara lain: anemia pada ibu hamil, kekurangan kalori dan protein pada bayi dan anak-anak, terutama di daerah endemic, kekurangan vitamin A pada anak, anemia pada kelompok mahasiswa, anak-anak usia sekolah, serta bagaimana mempertahankan dan meningkatkan cakupan imunisasi. Permasalahan tersebut harus ditangani secara sungguh-sungguh karena dampaknya akan mempengaruhi kualitas bahan baku sumber daya manusia Indonesia di masa yang akan datang.

Perubahan masalah kesehatan ditandai dengan terjadinya berbagai macam transisi kesehatan berupa transisi demografi, transisi epidemiologi, transisi gizi dan transisi perilaku. Transisi kesehatan ini pada dasarnya telah menciptakan beban ganda (double burden) masalah kesehatan.

  1. Transisi demografi, misalnya mendorong peningkatan usia harapan hidup yang meningkatkan proporsi kelompok usia lanjut sementara masalah bayi dan BALITA tetap menggantung.
  2. Transisi epidemiologi, menyebabkan beban ganda atas penyakit menular yang belum pupus ditambah dengan penyakit tidak menular yang meningkat dengan drastis.
  3. Transisi gizi, ditandai dengan gizi kurang dibarengi dengan gizi lebih.
  4. Transisi perilaku, membawa masyarakat beralih dari perilaku tradisional menjadi modern yang cenderung membawa resiko.

Masalah kesehatan tidak hanya ditandai dengan keberadaan penyakit, tetapi gangguan kesehatan yang ditandai dengan adanya perasaan terganggu fisik, mental dan spiritual. Gangguan pada lingkungan juga merupakan masalah kesehatan karena dapat memberikan gangguan kesehatan atau sakit. Di negara kita mereka yang mempunyai penyakit diperkirakan 15% sedangkan yang merasa sehat atau tidak sakit adalah selebihnya atau 85%. Selama ini nampak bahwa perhatian yang lebih besar ditujukan kepada mereka yang sakit. Sedangkan mereka yang berada di antara sehat dan sakit tidak banyak mendapat upaya promosi. Untuk itu, dalam penyusunan prioritas anggaran, peletakan perhatian dan biaya sebesar 85 % seharusnya diberikan kepada 85% masyarakat sehat yang perlu mendapatkan upaya promosi kesehatan.

Dengan adanya tantangan seperti tersebut di atas maka diperlukan suatu perubahan paradigma dan konsep pembangunan kesehatan.

Kebijakan pemerintah untuk mengatasi masalah gizi di indonesia sudah sangat banyak, anggaran yang dialokasikan untuk mengatasi masalah gizi mencapai jutaan bahan milyaran rupiah. Kebijakan pemerintah indonesia dapat dilihat dengan UU No 36 Tahun 2009 pada :

Pasal 142

  • Upaya perbaikan gizi dilakukan pada seluruh siklus kehidupan sejak dalam kandungan sampai dengan lanjut usia dengan prioritas kepada kelompok rawan yaitu bayi dan balita, remaja perempuan, dan Ibu hamil dan menyusui
  • Pemerintah bertanggung jawab menetapkan standar angka kecukupan gizi, standar pelayanan gizi, dan standar tenaga gizi pada berbagai tingkat pelayanan
  • Pemerintah bertanggung jawab atas pemenuhan kecukupan gizi pada keluarga miskin dan dalam situasi darurat
  • Pemerintah bertanggung jawab terhadap pendidikan dan informasi yang benar tentang gizi kepada masyarakat
  • Pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat melakukan upaya untuk mencapai status gizi yang baik

Pasal 143

  • Pemerintah bertanggung jawab meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi dan pengaruhnya terhadap peningkatan  status gizi.

Selain itu pemerintah menunjukan keseriusan dalam menanggulanngi masalah kesehatan khususnya Gizi yang tertuang dalam RPJMN dan RPJMD 2010-2014

RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH NASIONAL DAN DAERAH 2010-2014

  • Menurunkan prevalensi gizi kurang dari 18,4% menjadi 15%
  • Menurunkan prevalensi balita pendek dan sangat pendek dari 36,8% menjadi 32%.

Terlepas dari itu semua, pada waktu saya dan teman-teman mengikuti acara seminar atau deklarasi Ikatan Sarjana Gizi (ISAGI) Universitas Hasanuddin di Grand Hotel Clarion pada tanggal 10 Desember 2011, ada beberapa catatan-catatan penting hasil diskusi pada kegiatan tersebut yang sempat tersimpan di memory saya dan saya curahkan lewat tulisan sederhana ini.

Pada saat pemaparan tentang masalah gizi oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan Dr. dr. H. Rachmat Latief, Sp.PD., M.Kes

Setelah pemaparan terdapat beberapa solusi yang disampaikan untuk mengatasi masalah gizi di Dunia pada umumnya di Indonesia dan lebih khususnya di Sulawesi Selatan, :

  1. Prof. Dr. dr. Abdul Razak Thaha, M.Sc

Ada sebuah pertanyaan sederhana namun sungguh sangat berat untuk dijawab, pertayaan Beliau untuk seluruh yang ada diruangan pada saat itu seperti ini “Apa yang belum dilakukan untuk mengatasi masalah gizi?” Baca Selengkapnya

HANYA INI YANG DAPAT AKU BERIKAN DI HARI KESEHATAN NASIONAL KE – 47

Sebuah Mimpi dan Harapan Seorang yang Sedang Belajar Mencurahkan

Pikirannya Dalam Sebuah Catatan Singkat

Oleh : Ramli A. Bidullah

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…..

Belum lama ini kita semua masyarakat indonesia sedikit lega karena pada tanggal 28 Oktober 2011 dengan berbagai perjuangan para elite politik yang masih punya sedikit integritas melihat penderitaan rakyat Indonesia serta dukungan dari semua pihak, maka telah diSAHkan Undang-Undang Badan Penyelanggara Jaminan Sosial (BPJS) setelah menunggu + 7 tahun lamanya semenjak ditanda tanganinya UU No 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Kesehatan Nasional (SJSN) oleh Presiden waktu itu Megawati Soekarno Puteri, karena dengan diSAHkannya UU BPJS Insya Allah impian masyarakat indonesia untuk menjadi masyarakat yang sejahtera menjadi kenyataan khususnya kesejahteraan di bidang kesehatan, meskipun UU ini akan berlaku pada 1 jauari 2014 mendatang namun harapan dan impian Baca Selengkapnya Klik Disini

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.