Asi Dapat Cegah Kenakalan Anak

Asi dapat Cegah Kenakalan Anak

Pemberian air susu ibu (ASI) tak hanya dapat mencerdaskan dan meningkatkan daya tahan tubuh anak. Pemberian ASI juga dapat mengurangi kenakalan pada anak.

Beberapa penelitian menunjukkan anak yang tidak diberi ASI lebih agresif dari anak yang diberi ASI. “Saat anak menangis untuk disusui dan ibu memberikannya, maka terjalinlah basic trust. Dari basic trust itulah anak belajar percaya pada orang lain,” kata Prof dr Rulina Suradi SpA (K), IBCLC dari Perhimpunan Perinatologi Indonesia, kepada kompas.com, saat dihubungi.

Selain itu, kata dia, basic trust membantu anak tumbuh sebagai individu yang percaya diri sehingga tidak agresif saat berinteraksi dengan teman sebayanya. Sebaliknya, anak yang tidak diberi ASI tidak mempunyai basic trust dan kepercayaan diri.

“Anak yang tidak mempunyai kepercayaan diri akan bersikap agresif. Setiap ada kesempatan pasti ia akan berusaha merebutnya dengan segala cara. Itu juga disebabkan karena ia tidak percaya pada orang lain,” papar dia.

Selanjutnya, Rulina menuturkan, sebuah penelitian yang dilakukan pada anak-anak jalanan di Amerika menunjukkan, kebanyakan dari mereka tidak mendapat ASI. Anak-anak jalanan tersebut tumbuh menjadi anak yang nakal dan agresif.

Dikatakannya, pemberian ASI yang paling baik adalah secara ekslusif, yaitu sejak bayi lahir sampai berumur enam bulan. Setelah itu dianjurkan memberikan makanan yang sesuai sampai dua tahun. “Hanya makanan pendamping, ASI masih tetap diberikan,” ujarnya.

Lantas bagaimana jika seorang ibu tidak dapat memproduksi ASI? Menurut Rulina, hal tersebut bukanlah suatu permasalahan. Saat ini banyak cara untuk menstimulasi ASI, bisa dengan obat atau berbagai cara lainnya.

Selain itu, secara teoritis tidak ada ibu yang tidak dapat mengeluarkan ASI. Dari 1.000 ibu, mungkin hanya satu yang benar-benar bermasalah. Tidak keluarnya ASI dapat disebabkan rasa kurang percaya diri pada sang ibu. “Kalau bisa hamil dan melahirkan pasti bisa menyusui, itu sudah satu paket. Semakin banyak ASI dikeluarkan, semakin banyak yang dihasilkan,” urai Rulina.

Meski ASI penting, kata dia, diperlukan cara lain untuk mencegah kenakalan pada anak. Pola asuh orangtua dan lingkungan juga harus mendukung. “Diperlukan suatu sinergi, dengan begitu tumbuh kembang anak akan semakin optimal,” tukasnya.

Sumber : http://female.kompas.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: