STUDI PENERAPAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) TATANAN RUMAH TANGGA DI DESA TOHITI SARI WILAYAH PUSKESMAS TOILI II KECAMATAN TOILI KABUPATEN BANGGAI TAHUN 2008

Abdul Fuad Helmi Dan Mulyawati Ampuno

Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

ABSTRAK
Derajat kesehatan masyarakat sangat dipengaruhi oleh faktor perilaku masyarakat itu sendiri.Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada tatanan rumah tangga sebagai bentuk perilaku,sangat besar artinya bagi terciptanya derajat kesehatan keluarga yang tentu berpengaruh terhadap derajat kesehatan masyarakat secara luas.
Data Puskesmas Toili II tahun 2007 bahwa kejadian penyakit diare sebesar 385 kasus, angka kesakitan malaria (AMI) sebesar 55,53 per 1000 penduduk. Cakupan masyarakat ber-PHBS adalah 2.644 (44,36%) dari 5.960 rumah tangga yang dipantau,dan penderita diare di Desa Tohiti Sari sebanyak 36 kasus Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran penerapan PHBS tatanan rumah tangga di Desa Tohiti Sari Kecamatan Toili Kabupaten Banggai tahun 2008. Jenis Penelitian adalah kualitatif deskriptif. Populasi dalam penelitian ini Tohiti Sari sebanyak 773 KK. Sampel dalam penelitian ini adalah kepala keluarga dan jumlah sampel ditentukan dengan cara Systematic Random Sampling besar sampel 117 KK. Data diolah menggunakan tabel distribusi frekuensi penyajian data dalam bentuk tabel dan narasi.
Hasil penelitian didapatkan persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan sebesar 88,9% Pemberian ASI eksklusif sebesar 38,9%, Penimbang bayi dan balita setiap bulan sejak usia 1 bulan hingga 5 tahun di posyandu sebesar 75%, penggunakan air bersih sebesar 100%, mencuci tangan dengan air bersih dan sabun sebesar 70,9%,Pemanfaatan jamban sehat sebesar 11,9%, melaksanakan pemberantas jentik nyamuk sebesar 32,5%, kebiasaan makan buah dan sayur setiap hari sebesar 39,3%, kebiasaan melakukan aktivitas fisik setiap hari sebesar 100%, kebiasaan tidak merokok di dalam rumah sebesar 70,9%. Sehingga Desa Tohiti Sari termasuk desa sehat I (< 25% KK mencapai Klasifikasi IV) dengan jumlah Rumah tangga yang ber PHBS sebesar 15,4 %.
Untuk itu disarankan peningkatan pengetahuan masyarakat tentang PHBS oleh pihak Puskesmas maupun Dinas Kesehatan, peningkatan pembinaan keluarga dengan klasifikasi I, II, III dan pemberdayaan masyarakat dalam peningkatan jumlah kepemilikan jamban melalui arisan atau pembuatan jamban stimulan.

Kata Kunci :
PHBS, Tatanan Rumah Tangga..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: