IMPIAN YANG TERTUNDA

Sebuah Catatan dan DOA Untuk Kedua Orang Tuaku

Di Hari IDUL ADHA 1432 H

Hari ini Takbiran berkumandang disegala penjuru Nusantara, mengumandangkan memuji Kebesaran ALLAH SWT, hari inipun aku mengungkapkan segenap Hati dan pikiriranku yang sesekali disertai tetesan air mata yang mengalir membasahi pipiku. Ungkapan rasa rindu yang tak terbendung kepada kedua orang tuaku yang jauh saat ini tapi aku bersyukur masih dapat mendengar suara merdu mereka melalui telefon.

Setiap datangnya Hari Raya Idul Adha atau biasa disebut Hari Raya Haji karena dilaksanakan bersamaan dengan Wukufnya jamaah haji di padang Arafah, juga disebut dengan Hari Raya Kurban karena memperingati sebuah peristiwa besar pengorbanan keluarga Nabi Ibrahim AS. Tidak berbeda jauh dengan pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri, Takbirpun dikumandangkan pada perayaan Idul Adha. Mendengar suara Takbir dikumandangkan terbayang jelas wajah Papa dan Mamaku, terbayang wajah mereka tersenyum, terbayang wajah mereka tertawa, terbayang wajah mereka ketika memeluk orang yang mereka sayangi dengan penuh keikhlasan.

Mendengar suara Takbir teringat ekspresi mamaku ketika mendengar Takbir, ada sesuatu yang sungguh luar biasa dan sangat aku kagumi dari sosok mamaku yakni setiap kali mendengar Takbir dikumandangkan mamaku selau menangis. Melihat sikap mamaku seperti itu aku berfikir mungkin inilah yang disebutkan dalam Al-Quran yang artinya kurang lebih seperti iniSalah satu tanda-tanda orang beriman yakni ketika disebut nama ALLAH bergetarlah hati mereka” dan aku yakin kedua orang tuaku Insya Allah termasuk golongan orang-orang yang dimaksud dalam Al-Quran tersebut dan Insya Allah kami semua termasuk dalam golongan orang-orang dimaksud. Amin…Amin…Amin… Ya Rabbilalamin………

Setiap musim ibadah haji kita selalu mendengarkan kalimat “Labbaikallahummalabbaik…” dan setiap kali aku mendengar kalimat itu air mataku menetes membasahi kedua pipiku mengingat papa dan mamaku yang telah lama punya keinginan untuk menunaikan panggilan Allah SWT ke Tanah Suci untuk menyempurnakan Rukun Islam mereka, terlebih ibuku, namun sampai saat ini keinginan mereka belum tercapai, yang lebih membuat aku selalu meneteskan air mata ketika musim haji tiba adalah mengingat peristiwa pada waktu aku kuliah S1, Papa dan mamaku mengikuti arisan haji. Belum cukup uang yang mereka kumpulkan saya diperhadapkan dengan kesulitan biaya kuliah pada waktu itu saya di semester III. Tidak ada cara lain yang ditempuh akhirnya Papa dan mamaku memutuskan mengambil tabungan mereka untuk biaya kuliah saya, peristiwa itu selalu ada dalam pikiranku. Betapa besarnya pengorbanan mereka demi anak mereka merelakan keinginan mereka.

Saat ini saya tidak bisa merayakan Idul Adha bersama mereka, rasa sedih ada dalam hatiku tapi aku yakin inilah jalan Allah yang diberikan kepadaku. Saya hanya bisa berdoa agar mereka diberikan KESEHATAN, KESELAMATAN dan UMUR PANJANG serta KECERIAAN, KEGEMBIRAAN. Oleh karen itu, dihari ini aku berdoa kepada ALLAH untuk kedua orang tuaku tercinta:

“Ya Allah meskipun aku tidak bersama dengan mereka pada Idul Adha kali ini namun aku memohon kepada-Mu Ya Allah… Berikan KESEHATAN, KESELAMATAN dan UMUR PANJANG serta KECERIAAN, KEGEMBIRAAN kepada mereka, berikanlah kemurahan REZKI-MU kepada mereka dan kepada kami anak-anaknya yang selalu menyayangi mereka agar dapat menunaikan keinginan kedua orang tua kami untuk menyempurnakan Rukun Islam mereka dengan menunaikan Ibadah Haji ke Baitullah….

Ya Allah… Ya Rahman… Ya Rahim…

Nilailah pengorbanan kedua orang tua kami selama ini seperti Engkau menilai pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan Anaknya Ismail AS…..

Ya Allah… Bisikan kata hatiku ini kepada hati dan pikiran papa dan mamaku :

“Papa..Mama.. meski aku tidak bersama papa dan mama pada Idul Adha kali ini namun aku yakin dalam setiap sujud, dalam setiap doa, dalam setiap hembusan nafas papa mama selalu ada doa terselip untuk anak-anakmu. Akupun berdoa dan berusaha berbuat yang terbaik agar dapat menunaikan keinginan papa mama untuk menyempurnakan Rukun Islam Papa Mama.

Ya Allah… Qabulkanlah permohonanku ini agar aku bisa melakukan yang terbaik untuk papa mama agar aku menjadi anak yang Sholeh…. Amin… Amin… Amin… Ya Rabbilalamin…

Papa Mama jangan bersedih… Insya Allah keinginan Papa Mama akan terwujud… sekarang ini keinginan Papa dan Mama Hanya TERTUNDA….

Terima Kasih PAPA MAMA DOA KALIAN SELALU MENYERTAIKU (RAMLI A. BIDULLAH)……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: