HANYA INI YANG DAPAT AKU BERIKAN DI HARI KESEHATAN NASIONAL KE – 47

Sebuah Mimpi dan Harapan Seorang yang Sedang Belajar Mencurahkan

Pikirannya Dalam Sebuah Catatan Singkat

Oleh : Ramli A. Bidullah

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…..

Belum lama ini kita semua masyarakat indonesia sedikit lega karena pada tanggal 28 Oktober 2011 dengan berbagai perjuangan para elite politik yang masih punya sedikit integritas melihat penderitaan rakyat Indonesia serta dukungan dari semua pihak, maka telah diSAHkan Undang-Undang Badan Penyelanggara Jaminan Sosial (BPJS) setelah menunggu + 7 tahun lamanya semenjak ditanda tanganinya UU No 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Kesehatan Nasional (SJSN) oleh Presiden waktu itu Megawati Soekarno Puteri, karena dengan diSAHkannya UU BPJS Insya Allah impian masyarakat indonesia untuk menjadi masyarakat yang sejahtera menjadi kenyataan khususnya kesejahteraan di bidang kesehatan, meskipun UU ini akan berlaku pada 1 jauari 2014 mendatang namun harapan dan impian untuk kesejahteraan masyarakat indonesia harus tetap dipelihara untuk terselenggaranya UU SJSN tersebut.

Sebelumnya saya sedikit menjelaskan tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) berdasarkan beberapa referensi yang saya baca. Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) adalah suatu tatacara  penyelenggaraan progam jaminan sosial oleh beberapa badan penyelenggara. SJSN pada dasarnya merupakan program Negara yang bertujuan memberikan kepastian perlindungan dan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Melalui program SJSN ini, setiap penduduk diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dasar hidup yang layak apabila terjadi hal-hal yang dapat mengakibatkan hilang atau kurangnya pendapatan karena menderita sakit, mengalami kecelakaan, hilangnya pekerjaan,memasuki usia lanjut atau pensiun. Sistem jaminan sosial di selenggarakan berdasarkan asas kemanusiaan, asas keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Asas Kemanusiaan berkaitan dengan penghargaan terhadap martabat manusia. Asas manfaat merupakan asas bersifat operasional menggambarkan pengelolaan yang efisien dan efektif dan Asas keadilan yang merupakan asas yang bersifat ideal dengan menganut sembilan prinsip yaitu :

  1. Prinsip Kegotong-royongan

Prinsip ini diwujudkan dalam mekanisme gotong royong dari peserta yang mampu kepada peserta kurang mampu dalam bentuk kepesertaan wajib bagi seluruh rakyat, peserta yang beresiko rendah membantu yang peserta yang beresiko tinggi dan peserta yang sehat mambantu peserta yang sakit. Dan prinsip ini dapat menumbuhkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

2. Prinsip Nirlaba

Pengelolan dana ini tidak dimaksudkan untuk mencari laba (nirlaba) bagi badan penyelenggara jaminan sosial, akan tetapi tujuan utama penyelenggaraan jaminan sosial adalah untuk memenuhi sebesar-besarnya kepentingan peserta. Hasil pengembagannya dan surplus dana akan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepetingan peserta.

3. Prinsip Keterbukaan

Merupakan suatu keharusan dalam jaminan sosial karena dana yang dikelola merupakan dana milik peserta olah karenanya akses informasi yang lengkap,benar dan jelas bagi peserta harus dipermudah.

4. Prinsip Kehati-hatian

Pengelolaan dana secara cermat, teliti, aman dan tertib

5. Prinsip Akuntabilitas

Pelaksanaan program dan pengelolaan keuangan yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

6. Prinsip Portabilitas

Jaminan sosial dimaksudkan untuk memberikan jaminan yang berkelanjutan meskipun peserta berpindah pekerjaan atau tempat tinggal dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

7. Prinsip Kepesertaan bersifat wajib

Kepesertaan harus wajib bagi seluruh rakya menjadi peserta hingga dapat terlindungi. Meskipun kepesertaan wajib bagi seluruh rakyat, penerapanya disesuaikan dan kemanpuan ekonomi rakyat dan pemerintah serta kelayakan penyelenggaraan program. Tahapan pertama dimulai dari sektor formal, bersamaan dengan sektor informal dapat menjadi peserta sukarela sehingga dapat mencaku petani, nelayan dan mereka dapat bekerja secara mandiri, sehingga SJSM dapat mencakup seluruh rakyat.

8. Prinsip Dana Amanat

Dana yang terkumpul merupakan titipan  kepada badan-badan penyelenggara untuk dikelola sebaik-baiknya dalam rangka mengoptimalkan dana tersebut untuk kesejahteraan peserta.

9. Prinsip Hasil Pengelolaan Dana Jaminan sosial nasional

Hasil berupa deviden dari pemegang saham akan dikembalikan untuk kepentingan peserta jaminan sosial.

Selain menganut sembilan prinsip diatas, SJSN memfokuskan Lima program Jaminan yaitu :

  1. Jaminan Kesehatan (JK)

Suatu program jaminan sosial dengan tujuan memberikan kepastian jaminan kesehatan menyeluruh (komprehensif) bagi peserta / rakyat Indonesia agar dapat hidup sehat, produktif, atau sejahtera. Diberikan dalam bentuk pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan medis.

2. Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)

Suatu program jaminan sosial dengan tujuan memberikan kepastian jaminan pelayanan dan santunan apabila tenaga kerja mengalami kecelakaan saat menuju, menunaikan dan selesai menunaikan tugas pekerjaan dan berbagai penyakit yang berhubungan dengan pekerjaan.

3. Jaminan Hari Tua (JHT)

Merupakan jaminan diselenggarakan dengan tujuan untuk memberikan bekal pada peserta ketika memasuki masa purna tugas/pensiun. Tetapi apabila peserta mengalami cacat sehingga tidak mampu bekerja atau meninggal dunia sebelum masa pensiun peserta atau ahli warisnya berhak menerima jaminan hari tua yang dibayarkan sekaligus.

4. Jaminan Pensiunan (JP)

Merupakan program yang diselenggarkan berdasarkan sistem asuransi dan tabungan dengan tujuan untuk menjamin kebutuhan hidup yang layak ketika peserta menjalani pensiun atau mengalami cacat tetap sehingga tidak dapat bekerja yang dibayarkan secara berkala.

5. Jaminan Kematian (JKM)

Merupakan program jaminan/santunan kematian berdasarkan mekanisme asuransi sosial yang dibayarkan secara berkala.

Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) sesuai dengan UU No 40 Tahun 2004 Pasal 5 Ayat 3 menjelaskan bahwa yang menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yaitu Jaminan Sosial Tenaga Kerja (JAMSOSTEK), Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri (TASPEN), Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI) dan Asuransi Kesehatan Indonesia (ASKES).

Adapun pembahasan BPJS I sudah disepakati  BPJS I beroperasi mulai 1 Januari 2014 dan langsung menyelenggarakan program Jaminan Kesehatan, artinya secara tidak langsung Jaminan Kesehatan masyarakat Indonesia menjadi prioritas utama dari SJSN tersebut. Tidak dapat kita pungkiri bahwa KESEHATAN merupakan modal/investasi awal dari sebuah pembangunan sesuai dengan Istilah “Kesehatan adalah Hak Asasi Manusia dan Kesehatan adalah Investasi”, dengan bermodalkan SEHAT masyarakat Indonesia dapat melakukan aktivitas untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sebagai makhluk yang bermartabat dengan SEHAT kita dapat berproduktif dalam kehidupan sehari-hari dibawah naungan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN).

Dengan demikian, mulai saat ini dengan momentum HARI KESEHATAN NASIONAL (HKN) Ke-47 dengan Tema Indonesia Cinta Sehat dalam buku panduan yang dirilis oleh Pusat Promosi Kesehatan bermakna, Masyarakat Indonesia cinta perilaku sehat, cinta lingkungan sehat, dan memiliki kemudahan akses terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas, seluruh komponen bangsa Indonesia siap bekerjasama untuk mewujudkan, meningkatkan, dan melakukan aksi nyata dalam meningkatkan perilaku sehat masyarakat, menjaga lingkungan yang sehat, selalu mengupayakan rakyat mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, adil dan merata.

Sebagai seorang tenaga kesehatan mari kita membangun komitmen dari diri sendiri untuk berbuat yang terbaik untuk masyarakat, membangun kerjasama lintas program dan lintas sektor, buang sejauh-jauhnya pikiran dan niat untuk melakukan Korupsi hanya karena kepentingan pribadi kita. Saya sedikit menceritakan pengalaman saya waktu saya mengikuti kuliah yang dosennya Prof. DR. Veni Hadju, beliau mengatakan urusan SEHAT SAKIT urusan ke-2 namun yang terpenting adalah persoalan HALAL dan HARAM. Terlepas dengan persoalan HARAM-HARAM yang lain, waktu itu saya langsung berfikir ke arah perilaku KORUPSI yang telah mengakar disegala bidang dan disegala tatanan. Saya berfikir mungkin negara ini derajat Kesehatan Masyarakat belum optimal dikarenakan banyak perilaku “HARAM” (haram yang saya maksud KORUPSI) sedang merajalela sampai ke tingkat bawah masyarakat, karena saya berfikir jika kita memakan hasil KORUPSI itulah yang menjadi DAGING dan DARAH bahkan menjadi bahan baku SPERMA dan SEL TELUR yang asalnya dari sari-sari makanan yang kita makan, bayangkan jika apa yang kita makan adalah “HARAM” (haram yang saya maksud hasil KORUPSI) maka semua itu yang akan mengalir dalam tubuh kita, mudah-mudahan pikiran saya tentang korupsi ini keliru tetapi paling tidak menjadi bahan renungan saya pribadi dan tidak menjadi masalah jika ada yang ikut merenungi apa yang saya pikirkan ini.

Oleh karena itu, dengan peringatan HKN Ke-47 ini kita harus mempersiapkan segala sesuatunya terutama kesiapan Sumber Daya Manusia dan Sumber Daya lainnya mulai dari sekarang untuk menyongsong suatu harapan dan niat yang tulus untuk mensejahterakan masyarakat indonesia di Bidang kesehatan Khususnya Daerah saya Kabupaten Banggai dan Banggai Kepulauan untuk melaksanakan amanat Konstitusi Undang – Undang No 40 Tahun 2004. Sekali lagi saya berharap kepada diri saya dan kita semua mari kita bahu-membahu memperbaiki derajat KESEHATAN MASYARAKAT dengan 3 M (1) Mulai Dari Diri Sendiri; (2) Mulai Dari Hal Terkecil dan; (3) Mulai Saat Ini, demi Terwujudnya derajat KESEHATAN MASYARAKAT yang setinggi-tingginya. Amin Ya Rabbalalamin….

Akhirnya… “HANYA INI YANG DAPAT AKU BERIKAN DI HARI KESEHATAN NASIONAL (HKN) KE – 47 TAHUN 2011”

Maafkan Bila ada kekeliruan….

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…

“INDONESIA CINTA SEHAT”

HKN – 47 Tahun 2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: