ROKOK SEBAGAI “PINTU GERBANG” NARKOBA

JAGALAH GENERASI MUDA KITA DARI NARKOBA DENGAN TIDAK MEROKOK

 Sumbangan Pemikiran di 1/2 Abad (Ulang Tahun Emas)

Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke-50

Ramli MerahOleh : Ramli, SKM, M.Kes

Sebelum anda melanjutkan membaca tulisan ini, apakah anda seorang yang merokok?

Jika Ya lanjutkan membaca untuk melindungi diri anda dan keluarga anda dari bahaya merokok,

Jika anda bukan perokok atau tidak merokok Juga harus melanjutkan membaca untuk menjaga diri anda dan keluarga anda dari bahaya rokok.

Bahaya Rokok = Bahaya Narkoba !!

Banyak orang ketika ditanya mana yang lebih berbahaya merokok atau Narkoba? Maka sebagian besar orang akan menjawab Narkobalah yang paling berbahaya. Padahal pemikiran mereka itu KELIRU BESAR, karena keduanya (narkoba dan rokok) sama-sama berbahaya. Bahkan sebagian perokok tahu bahwa selain membahayakan si perokoknya, juga membahayakan orang di sekitar si perokok yang tidak merokok dan tidak sengaja menghirup asap rokok dari si perokok. Hanya saja bedanya dengan narkoba, kalau dampak narkoba lebih cepat terlihat, sementara dampak atau efek dari bahayanya merokok akan dirasakan 10 – 20 tahun kemudian. Oleh karena itulah, masih banyak sekali orang yang tidak mempedulikan bahaya merokok.

Mengapa merokok dan menggunakan narkoba memang sama-sama berbahaya? Jawabannya yaitu karena keduanya sama-sama bisa menyebabkan perubahan kimia pada otak dalam jangka panjang, sehingga menyebabkan otak rusak. Dalam asap rokok, terkandung 4000 zat kimia, dan setidaknya 200 diantaranya dinyatakan berbahaya untuk kesehatan. Racun utama dari rokok adalah nikotin, tar dan karbon monoksida. Nikotin adalah zat adiktif, yang mempengaruhi syaraf dan peredaran darah, bersifat karsinogen, dan mampu memicu kanker paru-paru yang mematikan. Tar adalah inti hidrokarbon yang bersifat lengket dan menempel pada paru-paru, bersifat racun, dan karbon monoksida adalah zat yang mengikat hemoglobin dalam darah, membuat darah tidak mampu mengikat oksigen1. Racun dan karsinogen yang timbul akibat pembakaran tembakau tersebut dapat memicu terjadinya kanker. Walaupun jumlah racun terbilan kecil dalam sebatang rokok, tapi ternyata zat tersebut hanya memerlukan waktu 15 detik untuk sampai ke otak manusia. Bagaimana tidak berbahaya? Satu rokok saja bisa seperti itu, apalagi kalau beratus-ratus rokok yang dihisap?

Banyak orang tahu bahwa sebagian jenis Narkoba dikonsumsi dengan cara dihisap seperti halnya rokok misalnya jenis sabu-sabu, Heroin, Ganja dan lain-lain. Seorang perokok pada awalnya hanya mencoba-coba kemudian ketagihan. Tahap coba- coba merokok inilah yang banyak ditemukan pada remaja kita menjadi perokok pemula di Indonesia pada umumnya dan di Kabupaten Banggai, Banggai Kepulauan dan Banggai Laut. Data hasil Riset Kesehatan Dasar Indonesia (RISKESDAS 2013) menunjukkan bahwa ada 1,4 % perokok pada umur 10-14 tahun, 18,3% umur 15-19 tahun dengan menghabiskan rokok 7-10 batang per hari, rentang umur yang demikian anak remaja berada pada usia sekolah. Pada rentang usia sekolah tersebut remaja kita banyak yang ingin sekali mencoba sesuatu yang baru (tinjauan psikologis), nah jika yang dicoba-coba itu adalah hal yang positif tidak bermasalah, tetapi sebaliknya jika remaja kita ingin mencoba sesuatu yang negative seperti ROKOK maka dia akan ketagihan karena zat nikotin yang terkandung di dalamnya, sehingga karena keinginan untuk mencoba hal baru dan telah ketagihan serta rokok bukan lagi menjadi sesuatu yang baru, maka remaja kita berpeluang besar untuk mencoba sesuatu hal baru lagi yang lebih daripada rokok dan itu adalah Narkoba karena sebgaian jenis Narkoba cara mengkonsumsinya sama dengan rokok yaitu dihisap, maka sepantasnya dikatakan ROKOK sebagai “PINTU GERBANG” NARKOBA khususnya para remaja kita.

Masih Mau merokok? itu semua pilihan masing-masing orang, asal si perokok harus ingat Jangan merokok di tempat umum & jangan merokok di dekat orang yang tidak merokok apalagi mereka adalah orang-orang yang kita sayangi seperti Anak, istri, orang tua, pacar dan lain sebagainya, karena kenyaataanya perokok pasif akan menyerap 2 kali lipat asap rokok. jika mau tetap merokok ya.. jangan merugikan orang lain (perokok pasif).

JAGALAH GENERASI KITA DARI ROKOK

SEBELUM MEREKA JAUH MEMASUKI GERBANG NARKOBA

“SEHAT BANGSAKU, SEHAT NEGERIKU”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: