ASI DAN IBU BEKERJA

Apabila anda adalah seorang wanita karir yang baru saja melahirkan dan harus segera kembali bekerja karena masa cuti hamil anda telah lewat, anda tidak perlu merasa khawatir karena tidak dapat memberikan ASI kepada buah hati anda.
ASI bisa anda perah dan anda simpan, apakah di lemari pendingin maupun freezer, untuk kemudian nanti diberikan oleh pengasuh buah hati anda ketika anda sedang berada di kantor.
Penelitian telah menunjukkan bahwa ASI yang telah diperah bisa disimpan di dalam suhu ruangan (26,1°C) sampai 6 jam (Hamosh 1996) atau pada suhu 18,9-22,2°C sampai 10 jam (Barger and Bull 1987). Karena ASI setiap ibu berlainan dan suhu ruangan seringkali merupakan suatu pengukuran subjektif, maka biasanya dianjurkan untuk menyimpan ASI dalam suhu ruangan tidak lebih dari 4 jam Baca Selengkapnya…

Cairan Ajaib: Air Susu Ibu

Cairan Ajaib: Air Susu Ibu

HARUN YAHYA
href=”https://ramlibidullah.files.wordpress.com/2009/11/images-11.jpg”>images 1Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya;  ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah  kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. (QS. Luqman, 31:14) Baca lebih lanjut

Kiat Memberi ASI Eksklusif Pasca Cuti

November, 2009

Masa cuti berakhir. Padahal masa pemberian ASI eksklusif pada bayi belum berakhir. Bisakah ASI Eksklusif dilanjutkan? Mia resah. Bayinya baru berusia 3 bulan, masih dalam masa pemberian ASI Eksklusif sampai buah hatinya berusia 6 bulan, namun masa cuti kerjanya sudah berakhir. “Bagaimana melanjutkan ASI eksklusifnya. Masa sih harus dicampur dengan susu formula. Sayang kan?”

Benar! Alangkah sayangnya dan ruginya jika pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif sampai gagal. Pernahkah melihat bayi macan diberi makan daging? Atau, bayi kambing atau sapi, makan rumput? Sebelum usianya cukup, semua bayi mamalia makan air susu, termasuk bayi manusia Baca Selengkapnya…

ANAK SEHAT, BERKAT ASI…

ANAKKU SEHAT, BERKAT ASI…

November, 2009

                                                     By:Yuliar Dwi Kurniasih

 

“ Aku anak sehat tubuhku kuat, karena ibuku rajin dan cermat, semasa aku bayi selalu diberi ASI, makanan bergizi dasn imunisasi….”

            Masih ingat kan dengan syair lagu tersebut? Ya, untuk menjadikan anak yang sehat, memang diperlukan ketiga hal tersebut, yaitu  ASI, makanan begizi dan imunisasi. Ditambah dengan olah raga, jadwal makan, dan rajin kontrol ke dokter untuk memantau tumbuh kembang anak. Akan tetapi pada kesempatan ini, saya akan membahas sedikit tentang ASI.

            ASI yaitu kepanjangan dari air susu ibu. Sedangkan ASI Eksklusif adalah air susu ibu yang diberikan kepada bayi pada usia 0 sampai 6 bulan tanpa tambahan makanan atau cairan apapun.ya, ASI saja, hanya ASI!!? ASI yes!!

            Banyak penelitian yang ‘hanya’ dilakukan untuk membuktikan bahwa ASI melindungi bayi dari berbagai macam penyakit. Karena di dalam ASI mengandung berbagai macam zat gizi yang sesuai dengan kebutuhan tubuh bayi. Terutama pada kolostrum yaitu ASI yang dihasilkan pada minggu pertama (cairanya berwarna kekuningan) yang mengandung zat – zat kekebalan yang penting untuk melindungi bayi dari penyakit. Selain melindungi dari penyakit, ASI juga dapat meningkatkan mencerdaskan. Karena, ASI mengandung AA dan DHA yang berfungsi untuk pertumbuhan otak dan untuk kesehatan mata( ketajaman mata ). Selain itu juga ASI mengandung kolesterol ynag cukup yang beguna untuk pertumbuhan jaringan saraf. Sedangkan kolin untuk meningkatkan memori( meningkatkan daya ingat ).

            Menurut Manuaba (1999 : 152) dalam bukunya yang berjudul “ Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita “, dijelasakan tentang metode pemberian ASI yaitu :

Ø      Memeberikan ASI sampai tetes terakhir pada payudara yang kanan dan kiri secara bergantian sehingga tidak terjadi bendungan/ pembengkakan.

Ø      Memasukan putting susu hingga sebagian areola (bagian menghitam di sekitar puting) masuk ke dalam mulut bayi. Sehingga air susu keluar dengan lancar dan menghindari terjadinya luka pada putting atau yang sering disbut dengan ‘putting lecet’.

Ø      Perlukaan putting susu harus segera dibati untuk mencegah terjadinya abses(luka yang meradang) pada payudara.

Ø      Bila terjadi pembengkakan/ pembendungan air susu, sebaiknya jangan dibuang, bisa diletakkan ke dalam cangkir/ gelas atau botol tapi jangan berikan dengan botol. Karena dapat menyebabkan bayi menjadi bingung putting (tidak mau menyusu karena sudah terbiasa dengan dot/botol).

Banyaknya kandungan gizi yang terdapat dalam ASI, sehingga sangat sayang bila harus dibuang walaupun setetes saja. Hanya setetes saja itu sangat berharga bagi masa depan anak. Selain ASI memberikan banyak manfaat bagi bayi, ASI juga memberikan manfaat bagi ibunya, antara lain mencegah teradinya perdarahan, mempercepat proses pengembalian rahim ke bentuk semula, memepercepat penyembuhan luka jahit(bila ada), memperbanyak produksi ASI, melncarkan produksi ASI. Nah, agar program menyusui berhasil dengan maksimal, maka perlu dilakukan ‘manajemen laktasi’ sejak kehamilan, saat bersalin, dan sesudah melahirkan. Ditambah lagi, proses menyusui tidak sekedar memberikan makan tapi juga mendidik dan memenuhi kebutuhan psikososial. Menyusui merupakan stimulasi bayi dari berbagai aspek kecerdasan anak karena melibatkan kontak mata, komunikasi yaitu dengan cara mengajak bayi berbicara, serta kedekatan emosi ketika bayi dipeluk, dielus, dan disentuh oleh ibu yang semuanya itu untuk memberikan yang terbaik untuk bayinya.

Dalam hal ini, pengetahuan ibu tentang pemberian ASI dan manfaatnya sangat berpengaruh. Terkait dengan pengetahuan ibu, tenaga kesehatan terutama bidan yang termasuk juga kader – kader kesehatan, memberikan informasi tentang ASI dan manfaatnya sangatlah berpengruh terhadap sukses tidaknya program menyusui. Oleh karena itu, untuk mencapai agar program menyusui berhasil maksimal informasi itu harus sampai kepada ibu. Informasi tersebut tidak hanya diberikan kepada ibu saja melainkan juga suami serta keluarga. Supaya kelurga juga tahu mendukung program tersebut. Sehingga tercipta penerus bangsa yang sehat- sehat dan juga cerdas.

Jadi, untuk menciptakan anak yang sehat dan cerdas diperlukan perawatan yang ekstra. Dimulai sebelum ibu hamil, saat hamil, bersalin dan juga setelah bayi lahir. Perwatan bayi setelah lahir salah satunya dengan memberikan ASI. Pemberian  ASI ini, dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain pengetahuan ibu, kemauan ibu dan juga informasi yang di peroleh ibu dalam hal ini informasi yang diberikan oleh tenaga kesehatan.(1108)

Sumber : http://bidanpekajangan.wordpress.com/2008/11/05/anakku-sehat-berkat-asi%E2%80%A6/

ASI EKSKLUSIF

Makna Tangis Bayi

Asi Dapat Cegah Kenakalan Anak

Asi dapat Cegah Kenakalan Anak

Pemberian air susu ibu (ASI) tak hanya dapat mencerdaskan dan meningkatkan daya tahan tubuh anak. Pemberian ASI juga dapat mengurangi kenakalan pada anak.

Beberapa penelitian menunjukkan anak yang tidak diberi ASI lebih agresif dari anak yang diberi ASI. “Saat anak menangis untuk disusui dan ibu memberikannya, maka terjalinlah basic trust. Dari basic trust itulah anak belajar percaya pada orang lain,” kata Prof dr Rulina Suradi SpA (K), IBCLC dari Perhimpunan Perinatologi Indonesia, kepada kompas.com, saat dihubungi.

Selain itu, kata dia, basic trust membantu anak tumbuh sebagai individu yang percaya diri sehingga tidak agresif saat berinteraksi dengan teman sebayanya. Sebaliknya, anak yang tidak diberi ASI tidak mempunyai basic trust dan kepercayaan diri.

“Anak yang tidak mempunyai kepercayaan diri akan bersikap agresif. Setiap ada kesempatan pasti ia akan berusaha merebutnya dengan segala cara. Itu juga disebabkan karena ia tidak percaya pada orang lain,” papar dia.

Selanjutnya, Rulina menuturkan, sebuah penelitian yang dilakukan pada anak-anak jalanan di Amerika menunjukkan, kebanyakan dari mereka tidak mendapat ASI. Anak-anak jalanan tersebut tumbuh menjadi anak yang nakal dan agresif.

Dikatakannya, pemberian ASI yang paling baik adalah secara ekslusif, yaitu sejak bayi lahir sampai berumur enam bulan. Setelah itu dianjurkan memberikan makanan yang sesuai sampai dua tahun. “Hanya makanan pendamping, ASI masih tetap diberikan,” ujarnya.

Lantas bagaimana jika seorang ibu tidak dapat memproduksi ASI? Menurut Rulina, hal tersebut bukanlah suatu permasalahan. Saat ini banyak cara untuk menstimulasi ASI, bisa dengan obat atau berbagai cara lainnya.

Selain itu, secara teoritis tidak ada ibu yang tidak dapat mengeluarkan ASI. Dari 1.000 ibu, mungkin hanya satu yang benar-benar bermasalah. Tidak keluarnya ASI dapat disebabkan rasa kurang percaya diri pada sang ibu. “Kalau bisa hamil dan melahirkan pasti bisa menyusui, itu sudah satu paket. Semakin banyak ASI dikeluarkan, semakin banyak yang dihasilkan,” urai Rulina.

Meski ASI penting, kata dia, diperlukan cara lain untuk mencegah kenakalan pada anak. Pola asuh orangtua dan lingkungan juga harus mendukung. “Diperlukan suatu sinergi, dengan begitu tumbuh kembang anak akan semakin optimal,” tukasnya.

Sumber : http://female.kompas.com