Keistimewaan wanita dalam pandangan ISLAM

Sungguh luar biasa Allah menciptakan manusia sebagai mahluk yang sempurna, dan dibekali pula dengan kodrat bagai tiang penyanggah yang slalu dibawa kemana pergi dan suatu saat nanti Allah SWT akan menggantikannya Baca Selengkapnya…

Kesehatan Menurut Pandangan Islam

“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah Baca selengkapnya…

Antara Cinta, Iman dan Akal

Al-‘aqliyyuun yakin bahwa esensi manusia adalah “keberpikirannya”. Bagi mereka semakin sempurna seorang manusia, semakin sempurna pula pemikirannya. Karena itu insan kamil (manusia sempurna) menurut pandangan ini adalah orang yang paling sempurna nalarnya, dalam arti telah menyingkap rahasia wujud (keberadaan) sebagaimana kenyataannya. Tafakkur, -dalam pengertian rasionalnya-, merupakan Baca Selengkapnya…

SURAT CINTA UNTUK PUTERI TERCINTA

Sebab Mekarmu Hanya Sekali.pdf

Sebab Mekarmu Hanya Sekali

sebab-mekarmu-hanya-sekali-pdf

Pembuktian Keberadaan Tuhan

1. Pembuktian Ontologis

“Pembuktian ontologis” eksistensi Tuhan adalah salah satu usaha untuk membuktikan eksistensi Tuhan yang paling termasyur dan kontroversi. Banyak filosof besar membahasnya. Orang yang pertama kali mengemukakan hal ini adalah Anselmus dari Canterbury (1033-1109), seorang biarawan Benediktin yang menjadi abbas (pemimpin) biaranya dan kemudian menjadi Uskup Agung di Canterbury di Inggris.

Argumentasi Anselmus, “Allah adalah pengada yang tidak dapat dipikirkan sesuatu yang lebih besar daripadanya” (id quo majus cogitari nequit). Namun, “sesuatu yang tidak dapat dipikirkan sesuatu yang lebih besar daripadanya” tentu bereksistensi dalam kenyataan dan bukan hanya dalam pikiran, karena kalau eksistensinya hanya dalam pikiran orang yang memikirkannya, maka tentu ada sesuatu yang lebih besar yang dapat dipikirkan daripadanya yaitu “yang nyata-nyata ada di luar pikiran”. Maka, mengingat kita dapat memikirkan Tuhan sebagai “sesuatu yang tidak dapat dipikirkan sesuatu yang besar daripadanya”, mala Tuhan mesti bereksistensi dalam kenyataan. Jadi eksistensi Tuhan tidak dapat disangkal. Pemikiran ini bertolak dari logika pemikiran Baca Selengkapnya…

Nilai Intelektual Filosofis Dalam Kajian Metafisis

Masalah ketuhanan Nahjul Balaghah terbagi dalam dua kategori: (1) dunia materi dengan segala sistem yang berlaku di dalamnya; dunia ini diteliti sebagai kaca yang mencerminkan ilmu dan kesempurnaan penciptanya, dan (2) pemikiran rasional dan perhitungan filosofis murni, dan mayoritas pembahasan Nahjul Balaghah mengenai ketuhanan masuk kategori yang kedua ini, seperti saat membahas sifat Kamâl dan Jalâl Tuhan yang hanya menggunakan metodologi rasional filosofis Baca Selengkapnya…