STUDI PENERAPAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) TATANAN RUMAH TANGGA DI DESA TOHITI SARI WILAYAH PUSKESMAS TOILI II KECAMATAN TOILI KABUPATEN BANGGAI TAHUN 2008

Abdul Fuad Helmi Dan Mulyawati Ampuno

Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

ABSTRAK
Derajat kesehatan masyarakat sangat dipengaruhi oleh faktor perilaku masyarakat itu sendiri.Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada tatanan rumah tangga sebagai bentuk perilaku,sangat besar artinya bagi terciptanya derajat kesehatan keluarga yang tentu berpengaruh terhadap derajat kesehatan masyarakat secara luas.
Data Puskesmas Toili II tahun 2007 bahwa kejadian penyakit diare sebesar 385 kasus, angka kesakitan malaria (AMI) sebesar 55,53 per 1000 penduduk Baca Selengkapnya…

SISTEM PENGELOLAAN SAMPAH BADAN RUMAH SAKIT DAERAH KABUPATEN BANGGAI TAHUN 2009

Herawati  dan  Alfiansyah

Abstrak

Rumah sakit sebagai sarana upaya perbaikan kesehatan yang melaksanakan pelayanan kesehatan sekaligus sebagai lembaga tenaga kesehatan, ternyata memiliki dampak positif dan dampak negatif terhadap lingkungan sekitar rumah sakit dalam upaya melakukan pelayanan medik. Pengelolaan sampah rumah sakit merupakan kegiatan yang sistematis dan berkesinambungan yang meliputi pewadahan dan pegangkutan sampah Baca Selengkapnya

PENGELOLAAN SAMPAH KOTA LUWUK KABUPATEN BANGGAI TAHUN 2009

Muh. Ikhsan Albasar* Susana Asgun**

ABSTRAK

Pengelolaan sampah adalah gabungan kegiatan pengontrolan jumlah sampah yang dihasilkan, pengumpulan, pemindahan, pengangkutan, pengolahan dan penimbunan sampah di TPA yang memenuhi prinsip kesehatan, ekonomi, teknik, konservasi, dan pertimbangan lingkungan yang responsive terhadap kondisi masyarakat yang ada. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan sistem pengelolaan sampah di Kota Luwuk Kabupaten Banggai Tahun 2009.

baca selengkapnya….

KUALITAS AIR PDAM DI DESA MANGGALAI KECAMATAN TINANGKUNG KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN SULAWESI TENGAH TAHUN 2009

Maria Kanan* Syamsiar A.R**

ABSTRAK

Air merupakan salah satu sumber penularan penyakit (waterborne disease). PDAM di Salakan tidak berjalan dengan lancar, sehingga masyarakat yang ada 85% menggunakan sumur gali, karena pengelolaan di PDAM tidak dikelola dengan baik, karena kurangnya tenaga profesional, kurangnya penguasaan teknologi serta lemahnya manajemen pengelolaan PDAM. baca selengkapnya…….

FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KEPUASAN PASIEN DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DAERAH LUWUK KABUPATEN BANGGAI TAHUN 2008

Nur Hendra Dwi Gunawan dan Ni Ketut Narsih

Abstrak

Rumah sakit sebagai salah satu fasilitas pelayanan yang memberikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat umum, harus mampu menyediakan pelayanan kesehatan yang berorientasi pada mutu. Pelayanan keperawatan adalah salah satu bagian penting dalam menentukan mutu pelayanan. Dimana 80% kualitas pelayanan rumah sakit ditentukan oleh kualitas keperawatan Baca Selengkapnya

SOSIAL BUDAYA IBU BAYI TERHADAP PEMBERIAN ASI PADA ETNIS BANGGAI DI KECAMATAN LIANG KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2009

Derthan EF. Polunggu Dan  Ramli A Bidullah

Abstrak

UPGK pada bayi dimulai sejak dalam kandungan disertai dengan pemberian ASI sejak usia dini. Menurut hasil SDKI tahun 2002-2003 presentase anak dibawah usia 6 bulan yang mendapatkan ASI pada enam bulan kehidupannya adalah 39,5%. Perilaku pemberian ASI sangat banyak dipengaruhi oleh sosial budaya kepercayaan ataupun presepsi masyarakat  setempat. Kecamatan Liang  cakupan pemberian ASI saja pada enam bulan pertama kehidupan bayi sangat rendah yakni 5%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktek social budaya pemberian ASI pada etnis Banggai .  Penelitian dilakukan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi, pengambilan sampel dilakukan dengan  Snowball sampling technique, pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam. Informan dan informan kunci dalam penelitian ini adalah ibu Bayi dan Tokoh Masyarakat. Hasil penelitian menunjukan bahwa pola pemberian ASI pada Etnis Banggai mengikuti pola orang tua sebelumnya yang terpola secara turun-temurun. Pada Ibu Etnis Banggai selain memberikan ASI bayi juga telah diberikan makanan pendamping (pralaktal), hal tersebut tidak terlepas dari “Nillobi” yang berarti memperkenalkan makanan kepada bayi. Jenis makanan yang diberikan pada umumnya adalah jenis ubi Banggai (baku). Bayi menangis dimaknai lapar, pekerjaan berpengaruh pada intensitas pemberian ASI, ibu bayi Etnis Banggai pada umumnya telah mendapatkan informasi tentang pemberian ASI.

 Kata Kunci : Pemberian ASI, Sosial Budaya, Etnis Banggai